Cari Properti Lelang terlengkap dan termurah #HanyaDiMyAuction

Terbaru

123

14 Oktober 2025

1

14 Oktober 2025

(no-name)

By admin

14 Oktober 2025

123

Kepulauan Anambas – Berada di Laut China Selatan, Kepulauan Anambas memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lainnya. Hal ini karena hampir seluruh wilayahnya dikelilingi oleh lautan dan pulau-pulau kecil.
Diketahui, luas perairan di Anambas mencapai 46.033 Km2. Sementara luas daratannya hanya 590,14 Km2, atau sekitar 1,35% saja. Kepulauan Anambas memiliki 255 pulau, beberapa di antaranya berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Posisi tersebut menjadikannya salah satu kabupaten terdepan Indonesia.

Melihat wilayahnya yang terdiri dari kepulauan, maka tak heran bila laut menyokong banyak aspek kehidupan di sana. Mayoritas masyarakat setempat pun bergantung pada sektor perikanan sebagai sumber utama penghidupan, baik dari perikanan tangkap di laut maupun budi daya.

“Kita memiliki laut yang luas. Sudah tentu potensi perikanan luar biasa,” ujar Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris kepada detikcom baru-baru ini.

“Kita ada beberapa jenis nelayan. Ada nelayan pancing ulur, ada juga nelayan keramba. Kalau nelayan pancing ulur, dengan menggunakan pompong menangkap ikan di laut lepas. Kalau nelayan keramba mereka pembesaran bibit ikan yang ada,” imbuhnya.

Tak seperti daerah lain, kata Abdul, umumnya nelayan di Anambas masih menerapkan cara tradisional dalam memancing, ketimbang alat tangkap modern. Mereka masih menggunakan pancing ulur.

Lebih lanjut, Abdul memaparkan Kepulauan Anambas masih menyimpan potensi ekonomi lainnya. Tak hanya perikanan saja, melainkan juga peluang usaha kerajinan.

Menurut Abdul, tidak sedikit masyarakat yang menggeluti usaha pembuatan perahu atau yang lebih dikenal dengan nama ‘pompong’ oleh warga lokal. Pompong inilah yang menjadi ‘kendaraan’ utama bagi nelayan sehari-hari untuk mencari ikan di lautan lepas.

Senada dengan Abdul Haris, Pemimpin Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Tanjung Pinang Dicky Satria juga melihat potensi ekonomi daerah yang ada di Anambas. Dicky mengatakan masyarakat nelayan lokal banyak mengandalkan hasil tangkapan laut. Namun di samping itu, ada juga kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha perdagangan.

Karena itu pihaknya berupaya turut serta membantu membuka jalan usaha masyarakat, termasuk nelayan di Anambas. Salah satunya dengan menghadirkan Teras BRI Kapal, di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Layanan bank terapung ini beroperasi di 6 pulau, mulai dari Bayat, Lingai, Telaga Besar, Keramut, Letung, hingga Tarempa.

Dengan adanya bank terapung ini diharapkan dapat memudahkan para nelayan lokal di sekitar Kepulauan Anambas untuk mendapatkan akses keuangan yang memadai, sehingga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

“Teras BRI Kapal dengan setia menjangkau nasabah-nasabah di berbagai pulau-pulau dan membantu meningkatkan ekonomi UMKM di seluruh lapisan masyarakat, dengan tujuan memudahkan transaksi perbankan dengan aman dan nyaman, serta membantu masyarakat untuk menabung,” katanya.

Diakui Dicky, layanan Teras BRI Kapal ramai didatangi nasabah yang ada di pulau-pulau. Dia mengatakan layanan bank terapung ini bisa melayani hingga 100 transaksi per harinya, dengan nilai mencapai Rp 600 juta. Adapun jumlah tersebut mencakup transaksi simpanan, pinjaman, setor, tarik, dan transfer, namun 95% di antaranya yaitu transaksi simpanan.